Gowa — Pondok Pesantren Modern Al-Fityan Gowa menggelar Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di Madrasah dan Pembelajaran Mendalam di Madrasah pada Kamis, bertempat di aula mini pondok. Kegiatan ini diikuti oleh para guru, musyrif, dan tenaga pendidik dengan tujuan memperkuat pemahaman tentang penerapan kurikulum yang menempatkan cinta sebagai fondasi proses belajar mengajar, sekaligus memperdalam praktik pembelajaran yang bermakna bagi santri.
Workshop ini diisi oleh Samsudin Rasyid, seorang praktisi pendidikan yang memiliki pengalaman luas dalam pengembangan kurikulum dan metode pembelajaran inovatif. Ia memaparkan bahwa kurikulum berbasis cinta bukan sekadar metode mengajar yang menyenangkan, tetapi juga merupakan pendekatan yang menumbuhkan empati, saling menghargai, dan motivasi intrinsik dalam diri santri. Pendidikan yang berangkat dari cinta diyakini akan melahirkan generasi yang berakhlak mulia, cerdas, dan berdaya guna.
Sesi materi pertama membahas konsep dasar kurikulum berbasis cinta, yang mengajak pendidik untuk melihat santri sebagai individu unik dengan potensi yang berbeda. Materi ini menekankan pentingnya membangun hubungan guru-santri yang positif, suasana belajar yang inklusif, dan penilaian yang adil.
Selanjutnya, sesi kedua mengupas strategi pembelajaran mendalam di madrasah, yang berfokus pada kemampuan berpikir kritis, pemahaman konsep secara utuh, dan penerapan pengetahuan dalam kehidupan nyata. Peserta diajak mempraktikkan metode diskusi, studi kasus, dan proyek kolaboratif yang mendorong santri belajar secara aktif dan mandiri.
Workshop ini berlangsung interaktif, diwarnai tanya jawab dan simulasi pembelajaran. Di akhir kegiatan, para peserta menyatakan komitmennya untuk menerapkan konsep yang dipelajari di kelas masing-masing. Pihak pondok berharap kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kualitas pendidikan di madrasah, sehingga mampu melahirkan santri yang unggul secara intelektual, emosional, dan spiritual.